Oleh: dakwahafkn | 28 Maret 2010

Tinggalkan Rumah untuk Bersyahadat

Satu lagi putra Nuu Waar kembali ke pangkuan Islam, akhir tahun lalu. Ia adalah Martinus Tefruan  mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan jamah sholat Jum’at Masjid Gd Cyber, Jakarta Selatan. Setelah resmi masuk Islam, Martinus berganti nama menjadi Ahmad Zainal Abidin Tefruan. Kini ia tengah menempuh pendidikan di Pesantren Asy-Syafi’iyyah As-Salafiyyah, Situbondo, Jawa Timur.

Zainal yang berusia 15 tahun datang dari sebuah kecamatan di Teluk Arguni, Kab. Kaimana, Irian Jaya (Nuu Waar). Ia datang seorang diri menemui Ustadz Fadzlan Garamatan di Bekasi untuk menyatakan keislamannya. Zainal sesungguhnya lahir dari pasangan orang tua yang beragama Kristen Protestan. Tapi, dahulunya, sang ayah yang membesarkan Zainal pernah beragama Islam. Misi kristenisasi yang gencar di Nuu Waar membuat ayahnya tertarik untuk memeluk Kristen.

Kondisi itu ternyata membuat sang ayah menyesali kebodohannya. Menjelang meninggal ia ungkapkan hal itu kepada Zainal. Bahkan, ia juga meminta Zainal agar tidak mengikuti kebodohan yang sudah dilakukannya. Ia berharap Zainal tidak terus menerus dalam pelukan Kristen. “Nak, ayah sudah berdosa, masuklah engkau ke agama Islam,” ungkap Zainal menirukan ucapan sang ayah.

Tak lama, ayah Zainal meninggal dunia. Pesan sang ayah membuat perasaan Zainal gelisah. Di satu sisi ia ingin menunaikan pesan sang ayah, tapi sisi lain ibunya mengancam jika Zainal memeluk Islam. Sesungguhnya Allah Maha Pemberi Petunjuk, petunjuk Allah menguatkan hati Zainal untuk memeluk Islam.

Perasaan itu kian menguat, bahkan memunculkan keberanian yang luar biasa untuk keluar dari ancaman sang ibu. Ancaman sang ibu tidak membuatnya gentar untuk menunaikan pesan sang ayah, memeluk agama Islam. Zainal kabur dari rumah untuk menghindari ancaman-ancaman sang ibu.

Satu yang Zainal ingat, seorang ustadz yang selalu berdakwah di kampungnya, yakni Ustadz Fadzlan Garamatan.  Walhasil, dengan bantuan seorang dermawan, Zainal berangkat ke Jakarta untuk menemui Ustadz Fadzlan.

Siang itu, bumi pun ikut bertasbih saat Zainal mengucapkan, “Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammad ar-rasulullah.” Sautan takbir pun bergema di dalam masjid gedung Cyber.***


Responses

  1. ALLAHUAKBAR ….

  2. Mohon izinnya ya untuk menyunting atau mengkopi artikel-artikel luar biasa ini ke blog http://www.galaksiislam.wordpress.com, untuk kemudian disebarkan kepada saudara-saudara muslim yang lainnya…
    juga berita-berita dari AFKN ini disebarkan pula melalui Facebook, agar dunia mengetahui perjuangan Mulia ini. semoga Keberkahan, Keridhoan serta Ampunan Allah SWT. senantiasa melimpah kepada Kita semua Amin.

    Terimakasih dan teruslah Berjuang di Jalan ALLAH STW. Saudaraku ! …..

  3. Allhamdulilah saya dapat menyaksikan acara yang sakral tersebut… posisi saya tepat di belakang ahmad zainal abidin…. saya pun merekan semua dari awal sampai akhir acara.. Semoga apa yang di harapkan Zainal dapat tercapai…AMIN

  4. Tiada Illah yang berhak disembah selain Allah. ALLAHUAKBAR! semoga Allah meberikan kekuatan kpd kita semua untuk menda’wah akan ajaran yang suci dan indah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: