Oleh: dakwahafkn | 28 Maret 2010

Puisi: Pesan Dari Nuu Waar

Adalah si kepala burung yang kini masih tertidur di belahan timur kita.

Meski banyak yang sudah hijrah

Tetapi kita tidak pernah mau tahu

Jika namanya di sebut Papua

Maka kengerian, perang suku dan main hakim sendiri

Adalah citra buruk dalam benak kita.

Tanpa pernah kita ketahui ada saudara-saudara kita di sana yang setiap hari harus melumuri badannya dengan minyak babi agar tubuhnya hangat dan tidak dihinggapi nyamuk.

Lalu pernahkah kita melihat ada seorang ibu yang tengah menyusui anaknya di sebelah kanan, sedang sebelah kirinya menyusui seekor anak babi?

Inikah budaya yang harus dipertahankan dan dilestarikan?

Atau ini sebuah pembodohan atas nama eksotisme?

Mereka dibiarkan berkoteka,

Mereka disengaja terbelakang dan bodoh.

Sadarkah kita ada seorang dai yang berdakwah dengan sabun mandi?

Berjalan berhari-hari, menyusuri hutan – menembus Rimba Migori…

Pernahkah kita menyaksikan ribuan orang bertaharah, membersihkan diri dengan tanah, kemudian  belajar mandi menggunakan sabun dan shampoo?

Dan selama seminggu, mereka biarkan busa sabun dan shampoo menempel di tubuhnya karena harum wanginya baru kali ini mereka nikmati.

Kemudian terucaplah kalimat: “Asyhadu an laa Illaha Ilallah  Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”

Maka seluruh alam Irian beserta isinya bersujud mengagungkan Kebesaran-Nya… Allahu Akbar!

Inilah perjuangan seorang Fadzlan Gharamatan yang ingin melihat tanah kelahirannya disebut NUU WAAR kembali yang berarti Cahaya yang Tersembunyi.

Cahaya Islam yang mampu mengumandangkan adzan Subuh untuk membangunkan saudara Muslim di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan lainnya.

Inilah impian Fadzlan yang ingin memahkotai Si Kepala Burung Nuu Waar dengan kubah-kubah masjid dan mengganti warna merah darah pertikaian dengan jubah hijau perdamaian.

Nuu Waar…

Adalah gunung emas untuk menancapkan tonggak kepedulian

Nuu Waar adalah berlian hitam yang harus bersinar

Indonesia tanpa Nuu Waar bukanlah Indonesia

Nuu Waar tanpa bagian Indonesia lainnya bukanlah Nuu Waar

Jakarta, 19 Maret 2010

Masge Wathon & Anneke Puteri


Responses

  1. aq sangat sedih….aq sangat terharu…………tak dapat lagi kuberkata2………..aq ingat gunung arfakkku….aq cinta dan sangat cinta manokwari…..namun masih saja orang2 menjajahmu…masih saja orang2 membodohimu……padahal engakaulah cahaya itu….padahal engakaulah rahmatan lilalamin itu……ya alloh…..kuatkan aq dan bersama aq diawal dan akhirku…..untuk ………agar aq akan membawa seluruh rakyatku ini menuju cahaya mu…..dan menebarkan kalimat mu….terimakasih mama dan bapak…………karana kalaian aq terlahir kedunia ini……..smoga ……doamu…dan doamu selalu bersama ku….untuk manokwariku yang terjajah…untuk indonesiaku……..yg termiskin…………nuuaar……….

  2. Puisi anda sangat hidup, bercerita dan seakan berbicara..
    Puisi yang anda buat, sangat sungguh menggugah hati saya.. gag ada kata lain yg bisa gwe ucap selain “subhanaulah”, sebelumnya terima kasih untuk Nuu Waar, semoga Tuhan memberkati anda..
    kalau boleh tlng kirimin No.Rek AFKN ke alamat email sy.., sekali lagi terima kasih..

    Gerry, Palembang.

  3. insyaAllah jayalah Nuu Waar dengan Islam

    Nuu Waar adalah berlian hitam yang harus bersinar

    di bumi Indonesia,amin

  4. Subhanallah…. Wahai Ustd. Fadzlan Gharamatan dan kawan2, Saya juga membaca perjuanganmu di majalah Hidayah. Semoga ini menjadikan pelecut bagi Da’i-Da’i kondang yang sering muncul ditelevisi untuk mengikuti jejakmu. Tidak hanya berdakwah di medan media. Dan semoga Allah menjadikan engkau dan kawan2 seperjuangan sebagai kekasih Allah. Amiin….

  5. TRimaksih- trimaksih……….. kpnkh ini akan barkhir………sayngillah kamii


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: