Oleh: dakwahafkn | 6 November 2010

AFKN Terapi Mental Korban Wasior

WASIOR, KAB TELUK WONDAMA – Tepat pukul 4 sore hari, 10 orang dai yang tergabung dalam Yayasan Al-Fatih Kaaffah Nusantara (AFKN) tiba di Wasior, Kab Teluk Wonda, Papua Barat. Rombongan dai yang dipimpin oleh Ustadz Fadzlan Garamatan itu berangkat dari Manokwari menuju Wasior selama 18 jam melalui jalur laut.

Para dai yang berasal dari beberapa daerah di Papua Barat, seperti Fakfak, Teluk Bintuni, Babo, dan Manokwari itu rencananya akan memberikan terapi mental pasca bencana kepada para korban banjir.

Idris Rimosan, salah satu dai yang berasal dari Teluk Bintuni mengatakan pasca banjir bandang ini masyarakat harus dikembalikan semangatnya untuk terus membangun negeri dengan cara menguatkan pemahaman agama. “Mereka ini masih sangat kurang dalam pelaksanaan ibadah, untuk bisa mewujudkan itu harus intens melakukan silaturahim. Tidak cukup hanya dengan ceramah satu atau dua kali,” ujar dai yang juga aktif di Pesantren Hidayatullah Teluk Bintuni ini.

Lain dari pada itu, Idris juga menjelaskan, dakwah di provinsi paling timur Indonesia ini terhalang kendala yang cukup berat. “Pasalnya mereka terpisah-pisah dalam perbedaan suku. Terkadang,” jelasnya saat ditemui hidayatullah.com di Masjid Al-Falah Wasior, Kab Teluk Wondama, Papua Barat.

Selain memberikan terapi mental, AFKN juga membawa barang bantuan berupa: pakaian layak pakai, jilbab, baju muslimah, beras, minyak sayur, gula, mie instan, dan al-Qur’an. Bantuan sebanyak 50 ton itu akan dibagikan kepada masyarakat yang menjadi korban, baik masih berada di Wasior maupun yang mengungsi di Manokwari.

Selanjutnya, menurut Ketua Umum AFKN, Ustadz Fadzlan Garamatan, AFKN akan menyiapkan dai untuk berdakwah di tengah masyarakat Wasior.

Dalam pantauan hidayatullah.com di lokasi, masyarakat yang menjadi korban masih sangat membutuhkan bantuan bahan pangan dan pakaian. Sayangnya, menurut Sihombi, pengurus Masjid Al-Falah yang menjadi salah satu titik pengungsian masyarakat mengatakan, bantuan dari pemerintah tidak terdistribusi dengan merata.

Banjir bandang di Wasior terjadi pada hari Senin, 4 Oktober 2010. Hingga saat ini ratusan manusia masih belum diketemukan jasadnya. Sementara itu, menurut keterangan dari masyarakat, banyak terjadi pencurian rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.* Ahmad/hidayatullah.com

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: