Oleh: dakwahafkn | 21 Februari 2012

Kepala Suku Asmat Masuk Islam (Terakhir)

Suasana prosesi pengucapan kalimat syahadat

Awan gelap terus saja bergelayut di atas Jakarta dan sekitarnya. Meski waktu telah menunjukkan pukul 07.00 wib, namun tak ada tanda sinar matahari muncul. Lama berselang, satu persatu titik air mulai turun. Hingga akhirnya titik-titik air itu berubah menjadi guyuran air yang sangat dahsyat. Hujan lebat disertai angin kencang berkecamuk. Serupa dengan hujan yang beberapa waktu lalu sempat merobohkan pohon-pohon dan papan reklame di Jakarta. Jarak pandang semakin dekat. Klipper kaca di mobil-mobil yang melintas di depanku pun  semakin kencang bergerak mengusir air.

Hari itu Ahad, 19 Februari 2012. Dalam keadaan seperti itu, sekitar pukul 07.20, aku sudah tiba di Masjid Darussalam, Taman Sari Persadara Raya, Jatibening, Bekasi, sekitar 65 Km dari rumahku di Tangerang, Banten. Di antara tamu undangan, mungkin saya lebih dulu awal hadir, tapi para pengurus masjid itu sudah lebih pagi lagi mereka bersiap-siap. Yang prianya menggunakan baju takwa putih-putih, sementara yang wanita menggunakan gamis putih dilengkapi kerudung merah jambu. Meski sudah tidak lagi terlihat muda, tapi bapak-bapak dan ibu-ibu itu cukup antusias mempersiapkan acara ini.

Ya hari itu kami, AFKN dan DKM Darussalam akan menggelar acara “Ukhuwah Islamiyah Dengan Kepala Suku Asmat”. Inti acaranya adalah pembacaan dua kalimat syahadat yang akan dilakukan oleh kepala suku asmat, Senansius Kayimter dan istrinya, Agnes Atem, serta anaknya, Ruben Siwir. Ini adalah bentuk ikrar diri seorang kepala suku asmat dari Kp Per, Merauke, Irian untuk berpindah kepada agama yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sekitar 20 menit kemudian, rombongan Ustadz Fadzlan Garamatan bersama kepala suku dan keluarganya tiba di tempat acara. Diikuti dengan santri-santri AFKN yang juga meramaikan acara. Sayangnya, kedatangan rombongan “istimewa” ini berlalu begitu saja. Padahal panitia telah merencanakan rombongan tersebut akan berjalan dari mulai gerbang perumahan elit ini hingga masjid, tapi ternyata kondisi alam tidak memungkinkan. Allah SWT Maha Berkehendak. Hari itu kehendak Allah terhadap alam adalah menurunkan keberkahan terhadap bumi berupa hujan kepada seluruh penduduk bumi. Dalam relung hatiku berkata, “Ini sungguh keberkahan yang mengiringi kalimat syahadat yang sebentar lagi diucapkan oleh seorang kepala suku asmat.” Semoga.

Mendapat hadiah umrah dari jamaah DKM Darussalam

Sekitar pukul 08.00 wib, panitia membuka acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci al-Qur’an oleh saudaraku Akhi Shiddiq. Dia santri Tahfidz Al-Qur’an Pesantren Asy-Syifa Subang, Jawa Barat. Saya mengenal Shiddiq, lelaki yang semangat. Pertama kali bertemunya saat AFKN menggelar program dakwah di Fakfak, Irian Jaya (Nuu Waar). Bakatnya melantunkan ayat al-Qur’an dengan indah pun terlihat selama kami bersama-sama dalam program tersebut. Makanya, sebagai hadiah untuk dirinya, ditambah lagi ia semangat menghafal al-Qur’an, Allah SWT menakdirkannya untuk dapat menghafal al-Qur’an di pesantren tersebut. Hari Ahad yang bersejarah itu, ia khusus membacakan al-Qur’an yang di dalamnya mengandung arti, “Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah hanyalah Islam…”

Masuk Islam dan Menikah

Dalam kata sambutan, Baharuddin Wahab, ketua DKM Darussalam mengungkapkan kebahagiaannya diadakan acara ini di lingkungannya. “Kami sangat senang penyelenggaraan acara ini diadakan di tempat ini,” ujarnya.  Menurutnya, sudah ada beberapa orang yang masuk Islam di Masjid Darussalam. Tapi yang paling sangat mengharukan adalah pada saat ini.

“Ini menjadikan pelajaran bagi kita, bahwa orang yang tinggalnya di pedalaman saja, kondisi ekonomi sulit, dan jauh dari informasi saja masih bisa menentukan kebenaran,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Ustadz Ali Hanafiah, yang akan membimbing kepala suku dan keluarganya mengucapkan kalimat syahadat mengungkapkan, “Pada tahun 1980, pernah ada kepala suku asmat yang masuk Islam, sayangnya orang tersebut tidak terbina secara baik, sehingga masih makan dan pelihara babi.” Tentunya, tambah Ustadz Ali Hanafiah, kita semua punya tugas untuk membimbing mereka yang sudah masuk Islam. “Bukan hanya tugas ustadz-ustadz saja,” ujarnya.

“Kita berharap dengan masuknya kepala suku asmat ini masuk Islam, akan banyak kepala suku lain yang akan memeluk Islam,” harap Ustadz Ali Hanafiah yang kerap memberikan pengajian di masjid tersebut.

Selanjutnya, Ustadz Ali mulai membimbing kepala suku mengucapkan kalimat syahadat. Meski agak terbata-bata, akhirnya kepala suku berhasil mengucapkan kalimat syahadat dengan baik. Diikuti selanjutnya istri kepala suku yang mengucapkan. Namun, giliran sang anak mengucapkan, tak diduga ia menangis. Ia berusaha menyembunyikan wajahnya dari tatapan ratusan jamaah yang menyaksikan. Suasana menjadi haru. Beberapa jamaah pun nampak tak dapat menghindar dari situasi itu. Terlihat dari mata para jamaah yang nampak berkaca-kaca.

Usai semuanya mengucapkan kalimat syahadat, acara dilanjutkan dengan menikahkan kembali antara Umar Abdullah Kayimter dengan Aisyah Chairunnisa. Kembali yang menikahkan adalah Ustadz Ali Hanafiah. Kali ini suasananya lebih cair, bahkan beberapa jamaah ada yang terlihat senyum melihat prosesi akad nikah ini. Bagaimana tidak, selain jarang terjadi seperti ini, seperti yang kita ketahui bahwa Ibu Aisyah atau Agnes Atem ini adalah memang sudah menjaadi istri Umar Abdullah alias Sinansius.

Umar Abdullah Kayimter saat akad nikah

“Ini adalah pernikahan secara syariat Islam, usai mereka masuk Islam, maka kita pun berkewajiban menikahkan mereka sesuai syariat,” terang Ustadz Ali menjelaskan kepada jamaah. Alhamdulillah, akad nikah pun berakhir, bersamaan dengan diucapkannya janji (qabul) oleh Umar Abdullah dan teriakan para jamaah. “Sah..sah..sah…barakallah.”

Lepas itu, Ustadz Fadzlan Garamatan menjelaskan tentang keinginan kepala suku memeluk Islam. “Sebenarnya kepala suku ingin masuk Islam beberapa tahun lalu, sejak kami mulai membentuk AFKN Merauke. Pertama kali yang masuk Islam adalah anaknya Muhammad Hatta,” terang ustadz yang sudah malang melintang dakwah di pedalaman Nuu Waar. Insya Allah, tambah Ustadz Fadzlan, AFKN akan kian menggencarkan dakwah di Asmat dan sekitarnya.

“Kami akan mengadakan program dakwah di Nuu Waar, salah satunya juga di asmat dengan program safari dakwah dan khitanan massal sebanyak 8.000 orang,” terangnya.

Sementara itu, Umar Abdullah Kayimter saat diminta untuk berbicara, menyampaikan, “Saya masuk Islam ini karena keinginan saya sendiri. Saya masuk Islam berarti saya mendidik masyarakat asmat.”  Katanya, berbicara dalam bahasa khas asmat, bersama Islam yang benar berarti mempertahankan NKRI di Nuu Waar.

Terakhir, ia menyampaikan sebuah harapan. “Saya ingin anak-anak asmat harus tahu mengaji,” harapnya yang berbicara dengan diterjemahkan oleh sang putra, Muhammad Hatta yang tengah mondok di salah pesantren di Pulau Jawa.

Allahu Akbar…Allahu Akbar..Allahu Akbar…Semoga Anda pun menjadi bagian dalam dakwah ini. * Ahmad Damanik


Responses

  1. Subhaanalloh bang Ahmad Damanik…

    Lama kita tak bertemu, Insya Alloh.

  2. Subhanallah..Walhamdulillah..ALLAHUAAKBAR…info2 jika ada hal2 yang bisa kita kerjakan secara berjamaah

    Wassalam

    Rian
    SMS Group

  3. Alhamdulillaah. Semoga kita bisa membantu mereka meraih ridhaNya

  4. Kang Cecep, Bang Febri, dan Mba Yeni, jazakallah khair atas support ikhlasnya. Salam ukhuwah dan perjuangan dari kami. Doakan kami terus istiqomah.

  5. Subhanallah, Semoga Allah selalu menurunkan rahmat Nya di negri Nuu Waar.

  6. Alhamdulillah luar biasa Allahu Akbar

  7. Subhanallah…smoga Allah senantiasa memberikan rahmat Nya kepada penduduk Nuuwaar yg teleh memeluk islam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: