Oleh: dakwahafkn | 25 September 2012

Aksi AFKN Tebar Qurban di Nuu Waar

Pernah melihat kambing dan sapi naik perahu? Inilah pemandangan unik kala Ustadz Fadzlan bersama seluruh timnya dari AFKN melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban pada Idul Adha di daerah-daerah terpencil di Nuu Waar (Irian Jaya). Menaikan kambing mungkin relatif lebih mudah, dengan dua atau tiga orang akan selesai pekerjaan menaikan kambing. Tapi kalau sapi, ini dia tantangannya! Manusia sebanyak 10 orang pun belum tentu berhasil menaikan sapi ke atas perahu, perlu kesabaran dan trik yang tepat. Itu pun biasanya harus dilakukan berkali-kali, tak jarang sapinya yang tercebur ke air atau orang yang menariknya yang terlempar ke air. Untung keduanya sama-sama bisa bisa berenang. Selanjutnya, jika kambing dan sapi itu sudah berhasil naik perahu kecil atau yang biasa disebut jhonson, maka berlayarlah hewan-hewan kurban itu menjelajah lautan menuju pulau dan daerah pesisir yang sulit dijangkau melalui jalur darat.  Memang di daerah pedalaman Nuu Waar, terutama wilayah barat, yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya adalah perahu. Maklum saja, wilayah ini berada dalam satu garis pantai. Belum ada jalan darat yang bisa menembus ke daerah tersebut, kecuali harus melalui jalur air. Ada juga beberapa kampung yang berada di pulau-pulau kecil. Inilah secuplik gambaran suka duka perjalanan hewan-hewan kurban di kala datang Idul Adha.

Wilayah barat Nuu Waar yang sebagian besar daerahnya berdekatan dengan lautan, membuat sebagian mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai nelayan. Konsumsi harian mereka pun tak jauh daripada ikan, ditambah dengan makanan pokok berupa sagu atau keladi. Nasi meskipun ada, namun tidak terlalu favorit di kalangan masyarakat Nuu Waar terutama yang berada di pedalaman. Mungkin bisa dikatakan juga terbilang langka. Demikian juga dengan makan sejenis daging.

Kala itu Ustadz Fadzlan Garamatan bersama tim rombongan AFKN bergerak untuk menebar hewan kurban yang merupakan amanah dari kaum Muslimin di Jakarta. Bersama beberapa dai lainnya, Ustadz Fadzlan memimpin perjalanan hewan-hewan kurban itu. Untuk wilayah Fakfak, biasanya Ustadz Fadzlan langsung yang akan memimpin penyebaran hewan kurban. Tapi untuk daerah lainnya, seperti Teluk Bintuni, Kaimana, Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat, dan  sebagainya, diamanahkan kepada perwakilan-perwakilan AFKN yang ada di daerah-daerah tersebut.

Ketika itu untuk wilayah Fakfak, salah satu tempat pemotongan hewan kurban itu dipusatkan di Patipi Pasir. Di sini, hewan-hewan tersebut sebelum dilakukan eksekusi pemotongan ditempatkan pada lokasi yang terdapat banyak daun-daunan. Setidaknya, agar mereka dapat menikmati makanan sebelum dilakukan pemotongan. Di sana, pemotongan hewan biasanya tidak dilaksanakan pada hari pertama Idul Adha, namun biasa dilakukan pada hari kedua.

Tibalah saat pemotongan. Di beberapa daerah lain, sebelum hewan-hewan dipotong ada yang dimandikan terlebih dahulu. Tapi di daerah tempat kami lakukan pemotongan, tradisi itu tidak dilakukan. Hanya saja, di Nuu Waar, pemotongan hewan kurban tidak boleh sembarang orang melakukan. Tindakan ini hanya boleh dilakukan oleh seseorang yang telah ditunjuk masyarakat sebagai “imam”. Imam ini merupakan seorang pria dewasa di antara masyarakat yang memiliki kelebihan ilmu Islam. “Biasanya beliau bertugas menjadi imam shalat dan pada urusan-urusan yang sifatnya keagamaan,” terang Ustadz Fadzlan. Atas dasar memiliki ilmu itulah, maka urusan memotong hewan juga diserahkan kepada imam. Pasalnya, dalam memotong hewan perlu ada adab-adab yang harus diperhatikan.

Setalah imam siap dan golok panjang telah dihunus. Maka hewan satu persatu ditempatkan pada posisi potong. Serempak pun masyarakat yang berada di sekitar bertakbir, bertahlil, dan tahmid. Sang imam pun bersiap menempatkan golok tersebut tepat berada di depan leher hewan, namun kebiasaan di Nuu Waar, proses saat golok memisahkan urat-urat hewan di leher tidak dibiarkan terlihat. Proses yang mendebarkan ini selalu ditutup oleh salah satu orang dengan genggaman daun, berupa daun pisang atau apapun yang dapat menutup saat prosesi ini terjadi. Menurut  Ustadz Fadzlan, “Dalam keyakinan masyarakat di sini ditutupnya saat proses itu dalam rangka menghormati aib sang hewan di akhir hidupnya. Juga yang lebih penting, agar darah yang keluar saat pemotongan itu tidak mengenai orang-orang di sekitarnya.”

Usai proses pemotongan, seluruh masyarakat bersuka cita membantu memisahkan daging, kulit, dan jeroan hewan. Sementara, bocah-bocah cilik mereka nampak bersuka ria berada di sekitar kegiatan pemotongan hewan kurban. Sesekali mereka mengangkat-angkat kepada hewan kurban yang sudah dipisahkan dari badan, ada juga yang bermain-main dengan organ hewan lainnya. Tapi ada yang unik dari kegiatan ketika itu, jika di daerah-daerah di Pulau Jawa kita sering melihat tak saja daging dan tulang yang dibagikan, bahkan jeroan hewan pun bisa dibersihkan lalu dibagi rata. Tapi, di Nuu Waar, jeroan hewan, seperti ati, usus, jantung, dan lain-lain tak ada satu pun yang dibawa dan dibersihkan. Mereka justru membuat lubang besar di tanah, dan seluruh jeroan itu pun dikuburnya segar-segar. Menurut sang imam yang sempat ditanya, “Kami belum tahu bagaimana mengolah itu, mungkin kalau di Jawa itu semua bisa dimasak.” Walhasil, yang dibagikan kepada masyarakat hanya daging dan tulang berulang.

Setelah seluruh pekerjaan itu selesai, selanjutnya tim AFKN melakukan pembagian dagin-daging tersebut ke pulau dan pesisir sekitar menggunakan kapal dakwah milik AFKN yang selalu digunakan untuk kegiatan dakwah di Nuu War. Alhamdulillah dengan menggunakan alat transportasi yang merupakan hadiah dari kaum Muslimin ini beberapa kegiatan dakwah dapat berjalan lancar, termasuk dalam penyebaran hewan kurban. Insya Allah tahun ini, AFKN kembali akan melakukan penyebaran hewan kurban untuk masyarakat di Nuu Waar. Semoga.* Humas AFKN


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: